Redup
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 28, 2018
Ketika seseorang menolak eksistensi karena esensi, bisa dipahami bahwa seseorang tersebut sedang haus perihal eksistensi. Bung Nona, eksistensi itu tak akan mengurangi sedikitpun tentang esensi kalian, sungguh. Ketika eksistensi kalian disebabkan karna karya, membantu orang lain, ada niat baik, adanya perubahan, revolusi, dll.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • HAK UNTUK BUNUH DIRI
  • between love and edelweiss [CHIKZEE] {END}~
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • My Husband Is You ✔
  • Let Her Go
  • kau bukan rumah
  • UPPERCUT
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾

[COMPLETED] Kehilangan seseorang untuk selamanya bukanlah hal kecil, rasa sakit dan amarah yang tersimpan di dalam hati akan terus menyeruak keluar menentang takdir yang ada. Namun jika apa yang kita pikirkan ternyata tak sesuai dengan kenyataan, apa yang akan kita lakukan? Kejadian empat tahun lalu membuat semuanya berduka, setiap momen yang mereka lewati mempunyai luka nya tersendiri. Namun ternyata takdir berkata lain, kehadiran sosok manis yang mereka tunggu tunggu dan pikir sudah pergi, ternyata kembali. Melengkapi harmonisnya hubungan kekeluargaan antara mereka semua. Gadis yang berada di ambang kematian, berusaha keluar dari situasi yang mencekam. Dia seakan-akan di telan oleh ganas nya api yang membara, namun siapa sangka, takdir Tuhan berkehendak lain. Selamat datang kembali, Flora.

More details
WpActionLinkContent Guidelines