Me & Mr. Bodyguard

Me & Mr. Bodyguard

  • WpView
    Reads 2,526
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Papa tidak suka kau berhubungan dengannya, Britney. Papa tidak ingin lihat kau berdekatan lagi dengannya. Bagaimanapun caranya, Britney." "Papa tidak bisa melakukan ini padaku. Aku bukan anak kecil lagi, Pa. I can manage my life by myself. Pa, I just need you to understand what I feel right now. I love him, Pa." "I understand what you feel, Britney. I know that you love him. But he is not the right guy. Papa hanya ingin satu hal, Britney. Putus dengannya. Jangan berhubungan lagi dengannya." "Cukup, pa. Everything is enough. I don't care even if you forbid me to meet him. I will meet him everytime I want. Meeting him is not a big sin, so you don't have to forbid it." "Apa yang kau bilang, Britney? Kau ingin menemuinya, ha? Baiklah, Kita lihat saja apa kau masih akan menemuinya sekarang, Sweetheart." "What!?" "Travis, masuklah." "Who is this guy, Pa?" "Let me introduce you, Britney. He is Travis. Your new bodyguard who will always be with you and keep an eye on you." *** Britney Collins 'Having you is like a miracle, being next to you is like a perfection, but loving you is like distraction for me.' *** Travis Butler 'I would be next to you not as your bodyguard, but i would be next to you as your lover, savior and your future husband.'
All Rights Reserved
#13
mr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines