Pelangi di Mata Naira

Pelangi di Mata Naira

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 4, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Yup.. Naira adalah anak yatim yang ditinggalkan ayahnya tepat pada hari ulang tahunnya yang kelima tahun, karena kecelakaan di area kerjanya. Sejak kejadian itu, ia tak ingin lagi merayakan ulang tahun berikutnya. Karena merayakan ulang tahunnya sama saja merayakan kepergian ayahnya untuk selamanya. Dan sejak Ayah meninggal, Bunda menjadi pribadi yang pendiam, mudah emosi dan sering main tangan pada Naira. Entah kenapa?...
All Rights Reserved
#780
lifestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • IF ONLY ✔ [SELESAI]
  • Just You
  • Sea Gentala (Tamat) ✔️
  • Sebuah Penantian {ENDING}
  • ETᕼEᖇEᗩᒪ ✔
  • Derena
  • TEPI EMOSI (End)

Dia Nala keenara, gadis cantik dengan hobi yang sangat unik yaitu, membuat masalah. Ia adalah anak yang nakal, jahil, dan sering sekali bertingkah. Semua orang mengenalnya sebagai gadis yang tak pernah bisa diam, selalu membuat keributan, selalu mengundang tawa dengan tingkah lakunya yang kadang keterlaluan. Namun, di balik sikap nakal dan jahilnya, ada sebuah luka yang dalam. Luka yang bahkan hingga kini belum juga terobati. Luka yang dapat membuat ia bertingkah seperti itu. Apakah mungkin, suatu saat nanti, Nala bisa berubah? Bisa melepaskan diri dari perangkap kebiasaannya yang selalu membuat masalah? Apakah takdirnya akan berubah, ataukah ia akan tetap terperangkap dalam siklus yang ia ciptakan sendiri? Mungkinkah takdir baik akan memihaknya suatu hari nanti? Mungkin, Tidak ada yang tahu bukan? ••• ⚠️Warning • Dilarang keras plagiat cerita. • Jika ada persamaan nama tokoh, tempat dan alur cerita yang sama itu hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya. • Hasil pemikiran dan ketikan sendiri. • Banyak kata-kata kasar/umpatan

More details
WpActionLinkContent Guidelines