Dialog Jiwa

Dialog Jiwa

  • WpView
    OKUNANLAR 114
  • WpVote
    Oylar 0
  • WpPart
    Bölümler 24
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, Ara 2, 2019
tiadakah engkau pernah merasa hidupmu dalam dilema besar? hingga kau mampu menjadi seorang yang lain.. bertingkah seolah baik baik saja , namun nyatanya hatimu telah hancur hingga berkeping-keping.. tetap saja kau tak ingin mereka tahu yang sebenarnya.. mereka yang ada di sekitarmu namun tak nyata.. mereka yang datang untuk memberi rasa iba.. mereka yang datang dan hanya sekedar ingin tahu bukan untuk peduli.. inilah saatnya kau harus bangkit dari keterpurukan itu.. kau berhak menjadi dirimu sendiri seutuhnya.. kau berhak mendapat senyum yang tulus.. kau pula yang berhak mendapat kasih yang suci.. disinilah kau dapat menemukan siapa dirimu sesungguhnya.. bersama dengan manusia biasa yang memiliki keyakinan dalam dirinya melalui jalan yang di tentukan oleh allah.. percayalah hai makhluk allah.. " rindumu berharga , sendirimu indah , tetaplah berjuang di antara manusia² separuh hati di luar sana "
Tüm hakları saklıdır
#49
world
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • SalFlo
  • Love us
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • You're Here, But Not For Me
  • Cerita Tentang Kita
  • Sekali Lagi (End)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi