Dialog Jiwa

Dialog Jiwa

  • WpView
    LECTURAS 114
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 2, 2019
tiadakah engkau pernah merasa hidupmu dalam dilema besar? hingga kau mampu menjadi seorang yang lain.. bertingkah seolah baik baik saja , namun nyatanya hatimu telah hancur hingga berkeping-keping.. tetap saja kau tak ingin mereka tahu yang sebenarnya.. mereka yang ada di sekitarmu namun tak nyata.. mereka yang datang untuk memberi rasa iba.. mereka yang datang dan hanya sekedar ingin tahu bukan untuk peduli.. inilah saatnya kau harus bangkit dari keterpurukan itu.. kau berhak menjadi dirimu sendiri seutuhnya.. kau berhak mendapat senyum yang tulus.. kau pula yang berhak mendapat kasih yang suci.. disinilah kau dapat menemukan siapa dirimu sesungguhnya.. bersama dengan manusia biasa yang memiliki keyakinan dalam dirinya melalui jalan yang di tentukan oleh allah.. percayalah hai makhluk allah.. " rindumu berharga , sendirimu indah , tetaplah berjuang di antara manusia² separuh hati di luar sana "
Todos los derechos reservados
#38
tulisan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Siklus Rasa
  • senja di matamu
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Feel Like Smile
  • Sekali Lagi (End)
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • You're Here, But Not For Me
  • Kamu [SELESAI]✔

Bercerita tentang kisah Sua di pertengahan periode hidupnya. Periode dimana manusia sedang berada diantara kanak-kanak dan menuju dewasa. Masa ketika mulai terjadi pertumbuhan pesat tentang rasa maupun logika. Hingga ketika besar rasa itu tak lagi bisa berkompromi, seseorang yang sempat tinggal memilih menyakiti. Membuat Sua mencoba untuk melarikan diri. Menuju tempat yang ramai, sepi, hingga tinggi. Sampai akhirnya pada ketinggian tertentu, ia belajar bahwa ini semua hanya siklus dari hati yang terluka. Yang akhirnya melahirkan pertanyaan baru, apakah ujungnya merelakan atau kembali memperjuangkan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido