Think After Fall

Think After Fall

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 29, 2018
Gadis itu terus berjalan menyusuri taman tanpa senyuman, ia terus menangis hingga langit pun ikut menangis menemaninya. Hujan turun dengan derasnya dan langsung membuat gadis itu menjadi basah kuyup karena tak menghindarinya. Ia terus berjalan dibawah hujan mencoba menyembunyikan kesedihan. "Mentari itu kini pergi.. Walau dengan permisi Tetap saja menyayat hati Tak pernah terpikirkan dalam memori Tentang apa yang dilakukannya kini. Tentang seseorang yang berkata takkan pergi Akhirnya berkata pergi dengan mulutnya sendiri Dihadapan senja di hari ini" ucapnya kini dalam hati "Lo emang beneran senjaaaa sialannn! Lo akhirnya pergi dan janji bakalan balik lagi." berteriak penuh emosi "Gue benci lo! gue benci senjaaa! setelah hari ini gue ngga bakalan pernah mau liat lo lagi senja guee benci" terus berteriak sambil menangis bersama hujan yang semakin deras mengguyur tubuh mungilnya itu. Sesaat tiba tiba tubuhnya tak lagi diguyur hujan, entah siapa yang melindunginya dari hujan kali ini. Ia mendongkak mencoba melihat seseorang yang melindunginya dari hujan. Ia menatap lesu kearah orang itu, lalu menangis dan pergi berjalan lagi sendiri dibawah hujan bersama langit yang menggelap kini.
All Rights Reserved
#895
girl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Zenna Story
  • HaluNatasha
  • ASTER
  • RAIN [END]
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • KHALILA AND OTHERS
  • Pangeran Kelas
  • ROLANDA (√)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • POLARIS [LENGKAP]

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines