Tavel
  • WpView
    Reads 448
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 28, 2018
Perjuangan seorang anak manusia yang berusaha berdiri diantara derasnya terjangan angin puyuh mematikan, 'Si Penyair Puitis', begitulah julukannya. Mencoba mewarnai kerasnya dunia dengan tangan halus yang berserak pasir. Persahabatan adalah panji yang dijunjung tinggi, kejujuran dan martabat pula ia terapkan. Lika-liku kehidupan akan menjadi temannya, memanifestasikan kegagalan menjadi sebuah pelajaran yang paling berharga dalam kehidupan. Akankah gadis ini tegar dengan segala kekurangannya?. Hidup dimana negerinya telah mencapai kemelaratan hingga setengah populasi manusia yang mendiami. Ya, dia, si pemilik harapan yang membahana, bertekad untuk merubah dunia. Tavelina namanya. Satriadip
All Rights Reserved
#147
inspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEJAK LUKA
  • BUKAN PEMERAN UTAMA (TAMAT)
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Ineffable
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Vyola ✓
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • Merried in Another Life (END)
  • MESIN WAKTU
  • Transmigrasi? Kok aku jadi iparnya? (Hiatus)

Takdir tak pernah memeluk Dalila dengan lembut. Sejak masa sekolah hingga ia dewasa, hidupnya hanyalah barisan luka yang tak sempat kering. Semesta seperti menuliskannya sebagai tokoh samping dalam naskah kebahagiaan orang lain terlupakan, terinjak, dan nyaris hancur. Namun ketika ia bertemu dengan seorang pria-penuh pesona, penuh bahaya, dan terobsesi olehnya, Dalila menemukan sisi dirinya yang tak pernah ia kenal. Antara ketakutan dan keinginan, antara trauma dan cinta yang samar, ia perlahan berdiri. Bukan lagi gadis yang tunduk, melainkan perempuan yang belajar menatap gelap dengan mata terbuka. Ini bukan kisah cinta yang manis. Ini adalah tentang seorang jiwa yang memilih melawan semesta, menantang takdir, dan menuntut bahagia, meski dengan darah, air mata, dan hati yang terus berdetak meski nyaris remuk.

More details
WpActionLinkContent Guidelines