We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rahasia
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 9, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Ini kisah tentang kita sebelum ada perpisahan. Ini adalah tempatku mencurahkan semuanya tanpa harus takut ada yang mengetahuinya, ini bukan kisah romantis yang sangat menguras hati tapi percayalah ini tak mudah untuk dilewati. Kalian mungkin akan sakit mata membacanya tetapi lihatlah lagi dari pesan yang di sampaikan disini. "Kau begitu dekat sekarang tapi kenapa aku merasakan sangat jauh untuk menggapaimu di sini." - Ilona Olivia Sanjaya "Luka yang kau berikan begitu sempurna, kau meninggalkanku ketika aku berada di titik terbawah kehidupan, kejam kan? Disaat aku sangat membutuhkan sandaran karna kebangkrutan usaha ayahku dan aku tidak tau masadepan kuliah ku, kau meninggalkanku begitu saja tanpa beban karna alasan takut menyakitiku lebih lama lagi, aku sangat membencimu tetapi masih mencintaimu." - Ilona Olivia Sanjaya
All Rights Reserved
#494
rindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Puing luka
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Sekali Lagi (End)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Always Loving You
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines