TOMODACHI

TOMODACHI

  • WpView
    Reads 1,212
  • WpVote
    Votes 410
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2020
_________________________________________ "KECOA TERBANG WOI, KECOA TERBANG. KEREN PARAH" "SEMOGA HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR DAN BADAI KENCANG, BIAR YANG PACARAN GA KETEMUAN" "Woy, ngotak dikit dong, suara musik dari rumah lu, nembus ke rumah gw" "Cup cup jangan nangis gw gak ada duit buat beli balon" "Udah, gasss. Seret aja, ni anak kan kebal. Ga bakal lecet" "PERHATIAN KEPADA CIWI CIWI BULUK DI PAGI HARI, MOHON SEGERA MENUJU RUANG MAKAN. WHY? KARENA KITA BAKAL NGADAIN Q&A BARENG PACAR NYA ALEX. JAN BANYAK BACOT LANGSUNG AJA CUS KE RUANG MAKAN. SALAM HANGAT CARAKA ANDREAN SI PERFECT BOY" Happy reading ..... Bahasa tidak baku......... *** Dont copy this story
All Rights Reserved
#130
hebat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • ON SIGHT (Completed)
  • Arena Vs Andreas [TAMAT]
  • Nada 16 [Selesai ✔]
  • Nial dan Nila
  • ALGARA [TERBIT]
  • Alice & Adrian
  • AKSARA
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

More details
WpActionLinkContent Guidelines