Story cover for Sexy Daddy by KeiWinset
Sexy Daddy
  • WpView
    LECTURAS 385,354
  • WpVote
    Votos 31,734
  • WpPart
    Partes 23
  • WpView
    LECTURAS 385,354
  • WpVote
    Votos 31,734
  • WpPart
    Partes 23
Concluida, Has publicado jun 29, 2018
Bersahabat dengan Abay Wesley sejak kecil, tak pernah terbersit sedikitpun di benakku bahwa aku akan menganggapnya istimewa. Bukan sekedar istimewa sebagai seorang sahabat, tapi istimewa sebagai ... lelaki. 

Ketika dia memutuskan menikah dan pindah ke kota lain, aku masih rajin menjalin kontak dengannya. Terkadang kami saling bertanya kabar, terkadang kami mengobrol sebentar lewat telepon.

Dan semua masih berjalan seperti biasanya, bahkan ketika beberapa tahun yang lalu aku mendapat kabar bahwa istrinya meninggal karena sakit. Kami tetap berhubungan baik, tetap saja tak putus kontak.

Namun sejak setahun yang lalu, ketika ia dan putri kecilnya memutuskan untuk kembali ke kota kelahiran kami, semua berubah.
Melihat bagaimana ia bersikap, bagaimana interaksinya dengan si kecil Lea, bagaimana ia merawatnya dengan penuh kasih, tiba-tiba saja hatiku berdebar. 

Aku ingin di sisinya, aku ingin senantiasa mengobrol dengannya. Aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengannya, termasuk bersama Lea.

Dan ... yeah, akhirnya aku menemukan diriku jatuh cinta padanya.
 
Pada sahabatku sejak kecil, yang kini telah menduda, dan berubah jadi lelaki yang menggoda. 


Note :
Terinspirasi dari banyak cerita sejenis.
A veeerrryyy slow update.


©WiwinSetyobekti
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sexy Daddy a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#324metropop
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
NAYANA (Revisi) de brownyeye
19 partes Concluida
Bandung, 13 Juni 2013 - 21.00 WIB "Bi.. kamu kenapa? Ada yang mau kamu obrolin sama aku engga?" tanya Nayana dengan tatapan sendu sambil memegang lengan Abimas. "Ay kita udahan" seketika Nayana tercengang dan sesak di dadanya mendengar jawaban Abimas yang selama ini dirinya hindari tepatnya yang dia takuti. "hah? Maksud kamu kita putus? Kenapa? Aku salah apa Bi? Kamu diemin aku.. ngilang gak ada kabar beberapa minggu ini tuh.. ini tuh gara-gara ini? Kamu..." Nayana menarik nafas sejenak, dirinya tidak kuat untuk melanjutkan percakapan ini. Air mata yang telah dia tahan sejak tadi perlahan keluar setetes demi setetes. "oke.. kalau kamu maunya gitu aku cuman mau kita udahan dengan cara baik-baik.. aku minta maaf kalau selama ini aku banyak salah dan belum bisa jadi yang terbaik buat kamu Bi" Ucap Nayana sambil menatap mata Abi yakin. "makasih Nay.. maaf! Aku harap kamu bahagia selalu" Abi pergi meninggalkan Nayana sendirian di teras rumahnya. --- Kata siapa orang engga punya mantan terindah? Kata siapa kalau udah putus mantan engga akan inget sama sekali soal masa lalunya? Bullshit! semua orang punya mantan terindah dan kenangan yang selalu di ingat entah itu indah atau buruk. Cerita klise tapi bisa bikin gereget sendiri bacanya. Buat kamu yang masih gagal move on atau kepo mantan kamu masih suka inget kamu apa engga langsung aja yuk baca. --- Please jangan jiplak dan jangan nyomot seenaknya, walaupun aku bukan penulis handal please se jelek apapun ceritanya itu karya orang yang harus di hargai karna buatnya engga mudah pure murni dari otak sendiri:( tapi kalau mau share ke temen2 buat galau bareng boleh aja.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Jane [OPEN PO] cover
Di Balik Kacamata [END] cover
"Siblings" with Benefits cover
NAYANA (Revisi) cover
Dear Future (new version) cover
You Going Me Crazy | Joshua Hong ✔ cover
Perpindahan Dimensi Sang Penulis  cover
Sampai Saat Ini, Aku Masih Mengagumi Dirimu cover
[COMPLETED] 7 Days cover
Their Marriage Agreement (The Wedlock Series #3) cover

Jane [OPEN PO]

69 partes Concluida Contenido adulto

"Aku tak tahu apa yang telah kau perbuat padaku, saat kau mengirimku surat pertemuan wawancara kita, aku langsung tertarik mencari data dirimu. Kata-kata mu yang terlalu irit selalu saja membuatku bertanya pada diriku sendiri. Jane, tolong katakan apa kau merasakan hal yang sama?" Tidak. Aku pasti sedang bermimpi. Tak mungkin seorang pria berusia tigapuluhdua tahun yang tampan dan sukses sepertinya menyukaiku. Aku hanya seorang gadis tujuhbelastahun yang berwajah kampungan, bertubuh gempal dan berpenampilan udik. Sungguh, mataku saja tak pantas menatap mata jernihnya. Bagaimana bisa semua ini nyata? "Tidak, aku tak bisa mempercayaimu." aku memilih mengelak daripada aku harus terluka. [18+]