Sexy Daddy

Sexy Daddy

  • WpView
    Reads 385,900
  • WpVote
    Votes 31,745
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 3, 2021
Bersahabat dengan Abay Wesley sejak kecil, tak pernah terbersit sedikitpun di benakku bahwa aku akan menganggapnya istimewa. Bukan sekedar istimewa sebagai seorang sahabat, tapi istimewa sebagai ... lelaki. Ketika dia memutuskan menikah dan pindah ke kota lain, aku masih rajin menjalin kontak dengannya. Terkadang kami saling bertanya kabar, terkadang kami mengobrol sebentar lewat telepon. Dan semua masih berjalan seperti biasanya, bahkan ketika beberapa tahun yang lalu aku mendapat kabar bahwa istrinya meninggal karena sakit. Kami tetap berhubungan baik, tetap saja tak putus kontak. Namun sejak setahun yang lalu, ketika ia dan putri kecilnya memutuskan untuk kembali ke kota kelahiran kami, semua berubah. Melihat bagaimana ia bersikap, bagaimana interaksinya dengan si kecil Lea, bagaimana ia merawatnya dengan penuh kasih, tiba-tiba saja hatiku berdebar. Aku ingin di sisinya, aku ingin senantiasa mengobrol dengannya. Aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengannya, termasuk bersama Lea. Dan ... yeah, akhirnya aku menemukan diriku jatuh cinta padanya. Pada sahabatku sejak kecil, yang kini telah menduda, dan berubah jadi lelaki yang menggoda. Note : Terinspirasi dari banyak cerita sejenis. A veeerrryyy slow update. ©WiwinSetyobekti
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Yesterday Lies
  • Di Balik Kacamata [END]
  • Their Marriage Agreement (The Wedlock Series #3)
  • "Siblings" with Benefits
  • Sampai Saat Ini, Aku Masih Mengagumi Dirimu
  • You Going Me Crazy | Joshua Hong ✔
  • ADEEVA
  • Destiny (Tersedia E-book)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines