Story cover for the REASON by Dierabachri
the REASON
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 29, 2018
Mature
Terkadang mencintai seseorang lebih baik rasanya untuk menikmati pahit sebelum berujung hambar. hidup bukan lah tentang kenikmatan cinta, kebahagiaan batin ataupun sekedar melampiaskan ego. Bukan juga untuk pertemuan dan tempat persinggahan. 

Hati boleh keras layaknya batu. tetapi "hati batu" manapun yg direlung oleh kehangatan cinta bisa merubahnya menjadi pijakan bukan sekedar sandungan lalu jatuh dengan hina.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add the REASON to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Side Effect: The Dilemma (END) cover
HAMPA ✔ cover
(COMPLETE) UAJC Tiara Baron ( Untuk Apa Jatuh Cinta ) cover
Sugar Baby (Housekeeper Series) cover
ATHALARIQ cover
ALNAYA [COMPLETED] cover
SEBATAS PERNAH [REVISI] [HIATUS] cover
He Is My Ustadz (Selesai) cover
Di Balik Kacamata [END] cover
Because We Are Friends  cover

Side Effect: The Dilemma (END)

39 parts Complete

Pria itu menatapnya dengan tenang, "kamu ingat perjanjian terakhir kita?" Hanami mengerutkan keningnya, "perjanjian? Kontrak kerja?" dia bertanya heran. Rian berdecak pelan, dia kemudian membuang puntung rokoknya. "Ini sudah lebih dari lima tahun, Hanami." Katanya, "kita sama-sama belum menemukan seseorang, bukankah sesuai kesepakatan, kalo kita harus kembali?" Kini giliran Hanami yang berdecak, tidak menyangka kalau Rian masih mengingat kesepakatan konyol yang mereka buat beberapa tahun yang lalu. "Kesepakatan tidak tertulis yang dilakukan dua bocah, itu gak ada artinya, Pak Adrian," ucapnya, setengah mendengus. "Kamu percaya takdir?" tanyanya, menatap lurus ke arah depan. Yang bisa dilakukan Hanami hanya menghela napas, dia enggan membahas ini. Kesepakatan itu sudah ia lupakan sejak lama, kenapa pria ini tiba-tiba membahasnya. "Menikah sama saya, Hanami."