Live a puzzle

Live a puzzle

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 13, 2018
Lia " Frustasi gue , gara" habis kejadian itu kagak bisa kuliah . Apalagi yang nabrak gue kurang ajar , keluarga nya juga gak tanggung jawab Rumah Sakit . " Ninda " iya juga ya gitu banget , orang kaya kok nggak ada tanggung jawab , padahal yang nabrak salah satu anggota keluarganya " . menghelang nafas sembari meminum minum kesukaan nya _Tea Break_ . Ninda meletakkan minum di meja di sebelah makanan steak yang Ninda dan Lia beli sebuah mall . Ninda " udah kak ikhlas in aja , yang terpenting kan lu udah kembali , tau nggak gue kasian tau sama ibumu kak . gue aja telpon lu karena chat chat gue gak lu bales pas lu angkat gue marah" Eh ternyata ibu lu kak yang angkat , dan ibu lu bilang " maaf Lia gak bisa , dia sakit di Rumah Sakit " gue denger itu langsung nangis . Lia " Eh iya gue ikhlas in , maacih ya " tersenyum sambil menggendong gelas karet yang berisi tea break . setelah selesai menaruh gelas " ya dalam kehidupan itu teka teki . kadang ada yang meninggi kadang ada yang membawahi . kita hidup ya perlu di syukuri . bagaimana kehidupan kita yang baik" di syukuri maupun yang buruk kita syukuri . gak ada juga sih dalam kehidupan kita baik, senang" terus pasti ada legak legok yang jatuh , yang membuat kita jadi frustasi " tersenyum dan kembali meminum tea Ninda " yang bener juga kita harus syukuri , Eh lu kak tadi mengeluh sekarang ngomong gitu panjang amat Sampek lupa gue sekarang jam berapa ? " Lia melihat jam di tangannya " jam 20.05 nin . emang nya kenapa nin ? " Ninda berdiri berjalan ke tong sampah dan membuang sampah . dia kembali dan menarik tanganku " kak ayo pulang , gue belum ngerjain tugas kuliah gue " berdiri dan berjalan " iya nin"
All Rights Reserved
#6
hidupdancinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • MFS ✓
  • GEVRONZ
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • ALEYA~~
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Nathalia

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines