My Boyfriend Is A Bad Boy

My Boyfriend Is A Bad Boy

  • WpView
    Membaca 187
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 1, 2018
Maaf aku yang selama ini bodoh. Aku yang selalu mengaharapkan mu. Aku yang selalu membanggakan mu. Aku tau aku bodoh, aku sadar selama ini aku hanya ingin menginginkan mu tetapi kamu tidak. Ini semua sudah selesai. Aku tidak akan menaruh harapan lagi kepada mu. Aku tidak akan membanggakan mu, atau sejenisnya. Maaf, aku sempat membebani mu dengan harapan ku yang konyol ini. Setelah ini, aku akan kembali. Iya, aku akan kembali seperti semula, dimana aku belum mengenalmu. belum tau sifat mu, belum tau caramu menghancurkan hatiku, belum tau caramu mempermalukanku, seolah olah aku ini murahan, yang selalu mengejarmu. Aku akan pura pura lupa dengan semua ini, maaf aku telah membuat mu risih, dan terima kasih atas luka yang kau kasih. Allcia Pratista Wilson
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#44
aldric
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Vericha Aflyn ✔️
  • ALKASA✔
  • CLAUSTRUM || End✓
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • ANANTA [COMPLETED]
  • Favorite Wound
  • Arsyilazka
  • Between Us
  • Be with you
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan