Last Scene [Oneshoot]

Last Scene [Oneshoot]

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 30, 2018
WpInfo
Fanfic
EXO
"Bantu aku, Vi. Aku tahu kamu sudah hampir menyerah kepadaku. Kamu boleh berhenti saat ini juga. Karena aku yang akan datang padamu. Jadi, izinkan aku ... Melakukannya." Chanyeol begitu jahat. Bahkan pipi Via masih basah sebab tangisan beberapa jam yang lalu, kini ia makin membuat pipinya banjir air mata. Tangan Chanyeol terulur menghapus dengan ibu jarinya. Mengusapnya berkali-kali. Hingga tangan satunya ikut bertengger di sisi lain. Mengangkat wajah Via agar keduanya saling berpandangan. Jelagat sepekat malam milik Chanyeol seakan mengode meminta jawaban. Via tahu, bahwa yang harus ia lakukan ialah mengangguk, menyetujui. Entah sejak kapan kedua tangan Via telah berpundak di bahu Chanyeol. Saling beradu tatap dengan Via yang tengah menenangkan dirinya. Jantungnya hampir saja copot dari tempatnya, sebab perkataan Chanyeol yang begitu membuat perutnya menggelitik bahagia. Dalam hati Chanyeol rasa ia telah jatuh cinta pada suara isak tangis Via. Bahkan tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya hendak mendarat pada suatu tempat. Via bingung akan apa yang harus ia lakukan. Intuisinya mengatakan bahwa ia harus menutup netranya, menunggu apa yang akan Chanyeol lakukan. . .. Baca lengkapnya aja yahh! ;-)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Marriage (Adult Romance 21+) TAMAT
  • So I Married My Crush (Curse!)
  • Come Back to Me (Completed)
  • Promise [Sequel of My Stupid Park Chanyeol]
  • Perjanjian berujung Cinta
  • Single Moms (End)
  • This Is a Miracle [CHANYEOL EXO]
  • Let Me Know Love
  • ERASE (Short Fic)
  • MARRIED WITH MY FRIEND

"Enam bulan menjadi suamimu, dan aku menyesali pernikahan konyol ini." "Kamu menyesal karena kebingungan Diva mendesakmu untuk menikahinya kan?" Kali ini aku tersenyum lebar. "Aku khawatir..." Aku memasang ekspresi cemas yang dibuat-buat. "Jangan-jangan, Diva sedang mengandung anakmu. Jadi, dia ingin segera dinikahi." Leo terdiam. Dia membiarkan file yang hendak ditandatanganinya dibiarkan begitu saja seolah dia sedang berpikir keras. Dia kembali menatapku tajam. "Jangan ikut campur urusanku, Nona Muda." "Aku hanya berkomentar. Apa kamu tidak melihat bentuk tubuh Diva yang makin berisi?" Aku menikmati perdebatan ini. "Kamu pikir tidak ada yang tahu dengan tingkah lakumu? Berbuat mesum di kantor dengan seenaknya. Bahkan kamu tidak pernah mengunci pintu ruanganmu. Kamu ini pimpinan macam apa? Bodoh sekali!" Aku memberi penekanan pada dua kata terakhir kalimatku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines