Jingga tak bernoda

Jingga tak bernoda

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 13, 2018
Hidup ini seperti jingga tak bernoda. Manusia ketika melakukan perbuatan yang tidak diimbangi dengan percaya diri.Dirinya merasa seperti tidak memiliki dosa. Buku ini adalah kumpulan puisi manis pahitnya kehidupan yang memandu segala rasa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Cintai Aku Hingga Senja Usai (TAMAT) Open PO
  • Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • GILANG
  • DASA (END)
  • Segelas Berdua

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines