I'm From Kendari

I'm From Kendari

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 2, 2018
Cerita ini bukan tentang gadis remaja yang manja dari keluarga terpandang, lain dari cerita yang biasanya pemeran utamanya berasal dari kota, ini cerita BEDA, akan mencerita seorang gadis belia yang bertekad untuk perjuangkan pendidikannya dikota jakarta walau harus menantang semua rintangan yang ada. Identik dengan bahasa daerah, yang berasal dari kota kendari, sultra.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hope Was My Mistake
  • Bucin Ala Al [END]
  • Boarding in Love
  • Kisah Cinta OG dan Tuan Muda
  • ZIA AURISTHELA KANENZA
  • Dua Dunia,  Satu Cinta
  • I See You

Dengan segenggam mimpi dan doa orang tuanya, Belvina, seorang gadis muda dari kota kecil, berangkat ke Jakarta untuk mengejar cita-citanya. Di balik senyumnya yang penuh harap, tersimpan tekad dan janji: ia harus berhasil, demi keluarga yang telah mengorbankan banyak hal demi masa depannya. Jakarta tidak ramah sejak awal-keras, penuh tuntutan, dan kerap membuatnya nyaris menyerah. Di tengah keterasingan itu, hadir Mahesa, seorang pria yang memberikan kenyamanan dan tempat bersandar. Mahesa menjadi rumah kedua bagi Belvina, tempat ia pulang saat dunia terasa terlalu berat. Ia menggantungkan banyak hal pada laki-laki itu: semangat, harapan, bahkan arah hidupnya. Namun lambat laun, kabut mulai menyingkap misteri yang disimpan mahes. Satu demi satu rahasia itu mencuat-tentang masa lalunya, tentang pilihan hidupnya, tentang siapa dia sebenarnya. Kehidupan Belvina perlahan terguncang, hingga ia sadar bahwa terlalu bergantung pada seseorang bisa membuatnya kehilangan dirinya sendiri. Di antara runtuhnya kepercayaan dan kaburnya tujuan, Belvina dihadapkan pada pilihan: tetap tinggal dalam ketidakpastian bersama Mahesa, atau bangkit sendiri dan mengingat kembali alasan mengapa ia merantau. Perjalanannya menjadi lebih dari sekadar mengejar mimpi-melainkan juga menemukan jati diri dan keberanian untuk berdiri, walau sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines