SINGULARITY

SINGULARITY

  • WpView
    Reads 97,412
  • WpVote
    Votes 13,478
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 14, 2021
Keana Irene Azura dan Matheo Joseva Nadean bertolak-belakang. Seratus delapan puluh derajat. Theo pendiam, dingin, tajam, sinis, realistis, alergi perempuan, tertutup, dan terorganisir. Beda halnya dengan Irene yang ceria, hangat, semangat, optimis, supel, terbuka, dan sering menghabiskan waktunya dengan hura-hura. Mereka seperti kutub utara dengan kutub selatan. Atau seperti musim panas dengan musim dingin. Juga seperti langit dengan bumi. Sungguh berlawanan. Sulit bagi keduanya untuk menyatu. Namun, Irene menyukai Theo yang seperti itu. Theo yang sering tak mengacuhkannya, berkata sinis padanya, ataupun memarahi segala tingkahnya. Ia terus mengejar Theo tak kenal lelah. Berkali-kali ia tersandung hingga terjatuh, namun ia tetap berada di garisnya untuk mendapatkan pemuda itu. Tetapi Theo jengah dengan itu semua. Ingin rasanya ia melenyapkan Irene jauh-jauh dari kehidupannya. Gadis itu terlalu berisik dan mengubah hidupnya yang tenang menjadi gaduh. Mengacaukan akal sehatnya hingga rasa rindu akan kehadiran gadis itu pernah terbesit dalam benaknya. Sedihnya, sekeras apapun keinginan Irene untuk mendekat, maka sebanyak itu pula rasa sakit yang ia terima. Pun sayangnya, sekeras apapun kemauan Theo untuk menjauh, maka makin kuat pula ikatan takdir yang terjalin di antara mereka. ⚠️ Contains self-harm, harsh words, kissing (18+) ⚠️ A little bit of fantasy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Penunggu Senja
  • AMANTE
  • REGRET (END)
  • "My Brother,best Brother"
  • Beside You ✓
  • Gangnam Avenue 9
  • Secret of Twins [END]
  • MY BO$$ || SEULRENE ✔COMPLETE ✔✔
  • One More Time
  • Ice Princess ✔ Kjm ✖ Bjh

​"Aku selalu berandai bisa mendengar suaranya, menyentuhnya, menggenggam tangannya, lalu bertanya: apa yang kau tunggu setiap senja di sini?" - Kim Taehyung ​Setiap senja, di tepi Jembatan Banpo, ada sosok gadis yang tak pernah absen dari pandangan Taehyung. Ia asing, tak dikenal, namun entah mengapa, Taehyung merasa gravitasi gadis itu menariknya untuk terus kembali. ​Bagi Irene, jembatan itu bukan sekadar tempat melihat matahari terbenam. Itu adalah pusara kenangan tentang laki-laki yang pergi selamanya tepat seminggu sebelum janji suci mereka terucap. ​Saat takdir akhirnya mempertemukan mereka, Taehyung berusaha meruntuhkan tembok dingin yang dibangun Irene. Di antara bayang-bayang masa lalu yang belum usai dan debaran baru yang mulai mengusik, sanggupkah Irene melepaskan genggaman yang telah lama hilang untuk menyambut tangan yang baru? © Jeon KAVLA

More details
WpActionLinkContent Guidelines