Diary Daily Lily

Diary Daily Lily

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 26, 2019
"Lily,"panggil si bos. "Yes, sir!" Aku langsung berdiri tegap bak tentara di medan perang. "Besok malam, kamu ada acara?"tanyanya datar. Sedatar papan talenan "No, sir." Aku juga jawab dengan datar. "Temani saya ke acara pernikahan salah satu kolega perusahaan." "Tanpa mengurangi rasa hormat saya, saya tidak bisa." Bodo amat deh kalo mau marah. Sori mori stroberi nih ya. Biar dikata ganteng bin tajir. Aku nggak bakal mau nemenin manusia satu ini. Nggak normal banget. Mana ekspresinya cuma datar aja. Lempeng bener kayak jalan tol Cipali. Emaknya dulu waktu hamil dia demen ngemilin papan talenan sama maen-maen ke jalan tol kali ya. Sampai anaknya jadi gini. Anehnya, lagi banyak cewek yang terpesona sama dia. Duhh... Apa coba menariknya selain ganteng sama tajir? Pacaran sama si bos mah sama aja kayak pacaran sama manekin yang hobi nangkring di toko baju. Kaku kayak kanebo kering. "Kenapa?" Tuh kan! Dimana - dimana kalo nanya itu bernada. Dia datar. Nadanya cuma do rendah doang. Ckck... Buta nada jangan - jangan nih orang. "Karna besok malam minggu." Yup, besok malam minggu gaess... Kalo kata kids jaman now mah SatNight. Waktunya pacaran kalo yang punya pacar atau telpon - telponan sampe telinga pengang kalo yang LDR (bukan Long distance relationship tapi lelah ditikam rindu) badasss... Kalo yang nggak punya pacar alias Jones alias jomblo ngenes? Ora pusing dipikirkeun. Berdoa saja kepada Tuhan Yang Maha Esa. Biar malam minggunya hujan. Hahaha... Nggaklah. Aku jomblo baik kok. Aku cukup muter - muter seharian di mall sampai mau tutup. Window shopping gituloh. "Jadi kamu mau shopping besok?" Eh? Kok si bos tau? Ooww... Daku mengucapkannya. Tidak!!!! "Kenapa kamu teriak? Saya kan nggak mau ngapa-ngapain kamu?" "Enggak pa-pa kok, pak. It's okay. Hehehe..." "Jadi karna kamu besok mau shopping maka tidak mau menemani saya. Oke. Gaji kamu bulan ini saya diskon 50%." WHAT???!!!! NO WAYYY!!! Ini cuma cerita konyol tentang Lily si sekretaris bos kaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Turun Ranjang
  • Pengen Nikah [Repub]
  • KEPINCUT BRONDONG
  • friendship dump
  • Its Oke [ChamxAll] ✔
  • Silent, Please! (Re-up)
  • The Man
  • Sudut pandang (felisha)
  • Istri Sah Ikky [B×B]

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines