it's me

it's me

  • WpView
    GELESEN 78
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Juli 12, 2018
"ini bukan cerita tentang orang lain yang bisa saja di kurang lebihkan. ini cerita tentang gue, hidup gue dan segala hal tentang gue. Kalo ada orang lain di cerita gue ini, mereka cuman nebeng doang. Jadi jangan terlalu fokus ke mereka oke!" Kata orang cowok yang banyak bacot dan heboh itu kek BANCI. Tapi lu gak tau aja dalemnya orang yang SEPERTI ITU. Mereka pinter nyembunyiin apapun yang mereka rasakan, dan dengan bangganya mereka bilang "it's me" lu mau nerima gue atau enggaknya gak bakal bikin rencana negara api buat nyerang tuh gagal.. Dan orang yang SEPERTI ITU itu ketemu dengan seorang perempuan yang sama sepertinya, tapi beda cara menunjukannya. Mereka banyak memiliki kesamaan dalam hal yang membuat mereka merasa sakit. Tapi mereka berbeda ketika menghadapi rasa sakit itu. Dan orang yang SEPERTI ITU adalah gue Kenalin NAMA GUE ....... ------- Cuman mengingatkan : Mungkin nanti bakal ada beberapa typo muhehehe Atau kalian akan berfikir "ini cerita apaan banget sih" dan sejenisnya lah But i hope you enjoy dengan cerita pertama gue 🍀 Thankyouu~
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • BarraKilla
  • Thats my Love
  • ALSTARAN [END]
  • Here I'm Waiting For [You]~(END)
  • kiara's dream
  • Three Targeted Girls!!
  • Strong Girl Michella (END)
  • It Always Has to Be You [On Going]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • ASAVELA KIARA

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien