We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mahabbah: Rindu Amelia

Mahabbah: Rindu Amelia

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 22, 2018
WpInfo
Poetry
Hanya berupa goresan hati sang penulis Sebuah cinta yang di tuai pada sacarik kertas putih. Berawal dari sebuah kata yang berakhir menjadi kalimat. Kutulis sebuah pujian untuknya yang entah sedang dimana. Terbesit sebuah rindu yang berjuang mencari pelabuhan di hati ini. Sebuah benih tertanam dan tumbuh menjadi cinta. Namun, kemana cinta ini akan kulabuhkan. Adakah sebuah hati yang sudi menerima cinta ini?
All Rights Reserved
#45
temu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • Aksara Tak Bertuan
  • Kepada sang pencipta rindu
  • JINGGA
  • ABSURD QUOTES I
  • Coretan Rindu
  • Remah Rasa sang Penyair Galau
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Di Setiap Bilik Hati, Ada Kamu
  •  Rasa Tanpa Nama

[SUDAH CETAK] [TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK] info pemesanan buku full novel nostalgia Cinta dalam Rindu: WA: 0812-8585-4756 Ig : (@)kholidfarhan_ Jika pada akhirnya, aku hanyalah lembaran kertas yang terbuang, dan kamu adalah pena. Apakah menulis dalam lembaran kertas, membuatmu puas? Jika tidak? Kau hanya menyimpan lembaran kertas yang sudah kau tulis, dalam rak minimalis. Lalu, lambat laun, kau mulai melupakan tulisan dan kertas itu. Bagaikan kenangan yang pernah kita lalui, kau lupakan dengan cepat, hingga; aku bukan lagi orang yang kamu cari, dan aku bukan lagi satu pilihanmu yang tepat. Jangan lupa berikan rating disetiap bagian isi cerita, ya :( Semoga baper, ya :') Kisah ini, ku persembahkan untuk; Seseorang yang pernah ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Tapi, masih merindukan dirinya kembali. Dicintai hanya sekadarnya, pergi semaunya. Itulah definisi mutlak orang itu. Seakan kenangan yang pernah dilalui, terjerembab dalam ingatan. Beberapa kenangan; terjebak dalam Nostalgia Cinta Dalam Rindu. Instagram Penulis : @kholidfarhan_ Twitter Penulis : kfarhan_17

More details
WpActionLinkContent Guidelines