Grazie Pioggie

Grazie Pioggie

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 28, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
----- ----- Ratu tidak suka hujan. Bagi Ratu, kejadian menyakitkan akan selalu Ratu alami saat hujan turun. Sahabat Ratu pun harus terlelap dibangkar rumah sakit entah sampai kapan, itu juga karena hujan. Intinya, Ratu benci pada hujan. Karena setiap hujan menyentuh tubuhnya, pasti akan ada hal yang menyakitkan datang padanya. Tapi sepertinya, Ratu harus berterima kasih pada hujan kerena telah mempertemukannya pada lelaki yang telah merunah rasa benci itu memjadi rasa suka yang luar biasa. Lelaki itu memberikan kebahagian untuk Ratu yang telah hilang sejak bertahun-tahun lalu. Dan, Ratu pantas mendapatkan kebahagian itu. Tetapi Ratu harus menyembunyikan kebahagian itu di bagian hatinya paling dalam, sebelum rasa sedih menemukannya dan menghancurkannya menjadi kepingan tajam yang dapat melukai siapapun yang menyentuhnya. Dan Ratu harap, hujan bisa membantunya menyembunyikan itu. Grazie Pioggie. ----- -----
Creative Commons (CC) Attribution
#388
shcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • RAIN
  • The Rain
  • Hujan Di Langit November
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Rain
  • rain untuk senja
  • Rianbow [SHS 1]
  • Gadis Hujan
  • RAINKA - SUDAH TERBIT

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines