Grazie Pioggie

Grazie Pioggie

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 28, 2019
----- ----- Ratu tidak suka hujan. Bagi Ratu, kejadian menyakitkan akan selalu Ratu alami saat hujan turun. Sahabat Ratu pun harus terlelap dibangkar rumah sakit entah sampai kapan, itu juga karena hujan. Intinya, Ratu benci pada hujan. Karena setiap hujan menyentuh tubuhnya, pasti akan ada hal yang menyakitkan datang padanya. Tapi sepertinya, Ratu harus berterima kasih pada hujan kerena telah mempertemukannya pada lelaki yang telah merunah rasa benci itu memjadi rasa suka yang luar biasa. Lelaki itu memberikan kebahagian untuk Ratu yang telah hilang sejak bertahun-tahun lalu. Dan, Ratu pantas mendapatkan kebahagian itu. Tetapi Ratu harus menyembunyikan kebahagian itu di bagian hatinya paling dalam, sebelum rasa sedih menemukannya dan menghancurkannya menjadi kepingan tajam yang dapat melukai siapapun yang menyentuhnya. Dan Ratu harap, hujan bisa membantunya menyembunyikan itu. Grazie Pioggie. ----- -----
Creative Commons (CC) Attribution
#236
hujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • Rianbow [SHS 1]
  • rain untuk senja
  • Rainasta
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • In a Rainy Season
  • Rain
  • Pelangi Setelah Hujan
  • Gadis Hujan
  • Rainangkasa #2 [END]

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines