The Shaining Star

The Shaining Star

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Lisa adalah seorang gadis yang ceria. Di awal dia menginjakkan kakinya di sekolah baru. dia bertemu seorang cowok, yang tanpa dia sadari mampu membuat perubahan dalam hidupnya. Tapi dia harus menelan kenyataan pahit pada takdir hidupnya. Reynan.. Seorang yang dingin dan cuek dengan sekitar. Reynan tidak peduli dengan apapun. Tapi setelah kedatangan lisa semua berubah. Akan kah mereka akan bahagia atau sebaliknya....???? Kalo penasaran. Yuk ikutin cerita pertama ku di wp ini ya. _the shaining star
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • WHEN SPRING COMES AGAIN ( END )
  • Wanita Idaman Suamiku
  • PACARNYA LOU
  • Aku,kamu,dan Dia Yang Membuatku Pulih
  • Copy of Life

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines