Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
UNRAVEL

UNRAVEL

  • WpView
    Membaca 1,562
  • WpVote
    Vote 56
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 24, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku kehilangan ingatanku, semuanya hilang. Hanya satu hal yang pasti, dunia sedang dalam kondisi perang dan aku merupakan bagian dalam cerita ini. Ya setidaknya aku bukan dari kubu pengkhianat atau mungkin jangan - jangan aku lebih buruk dari seorang pengkhianat. Ah mana kutahu ingatanku kan hilang. Satu saja tekadku, aku akan segera menyelesaikan kekusutan ini tidak peduli aku dari pihak yang benar atau salah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#135
fiksiilmiah
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • TUAN VILLAINKU~ (Tamat)
  • All The Small Thing
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • WindLife
  • in ROOM
  • The Big Target
  • Lumière

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan