Love On The Way

Love On The Way

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 3, 2018
Mencintai bukanlah hal yang bisa kita perkirakan, kapan, seperti apa dan di siapa yang akan kita cintai. Cinta tidak menentukan waktunya kapan dia akan datang. Kadang membutuhkan waktu untuk mencintai, atau hanya sesat kita bisa untuk mencintai. Seperti halnya kisah cinta Ferry dan Syalsyah, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka saling mencintai. Cinta layaknya perjalanan, yang ditempuh dengan jarak yang berbeda - beda.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EGALITER: Twinflame Life Lessons
  • The Rule of Love (GirlxGirl)
  • Semesta
  • Vandin
  • AnTara - Jarak Dan Waktu
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Love Is Delicious [END]
  • NOT PERFECT
  • The Triangle of Love

"Ga bisa ya kita sama-sama sampai akhir?" "Hahaha! Sayang, aku anak pertama, wibawa dan kebanggaan keluarga. Kamu anak bungsu, kesayangan keluarga. Gimana? Kamu bisa bayangkan apa yang akan terjadi?" ===================================== Hubungan itu harus setara. Benar. Entah itu pertemanan, hubungan kerja, apalagi romansa antara dua manusia. Lantas, apakah kesetaraan akan selalu membawa kesempurnaan? Lalu, bagaimana jika yang setara itu adalah trauma yang tidak pernah usai? Egi dan Lili. Mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Sejoli ini memiliki sampul yang sangat sempurna di mata sosial. Pintar, terpelajar, mapan, dan menawan. Namun, mereka terlalu identik. Bahkan kegilaan mereka juga terlalu setara. Bukankah kesetaraan ini justru menakutkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines