Miguell Tan

Miguell Tan

  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mar 7, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
"Lu benci banget tah sama gw?" "Kita ini ada konflik apa sih?" "Lu kenapa sih?" "Cuma gara gara omongan Beva, lu jadi kayak gini?" "Gw salah apa sama lu? "Kita ini kenapa? " "Lu berubah" Kalimat - kalimat tersebut diucapkannya dengan tatapan dan nada yang berbeda. Sebenarnya, aku tau jawaban dari semua itu, tetapi aku memilih bungkam. Karena aku masih ragu, apakah ucapannya memiliki makna lebih besar dari hanya sekedar merasa kehilangan sahabat. ................................................................. Dengan sifatnya yang beralih dari seorang yang cuek menjadi seorang periang dan selenge'an dan 'autis' yang tak terdefinisikan, aku merasa dia....Tulus, dengan caranya sendiri. Setelah kejadian itu, dia tetap ceria & selengean di depan orang, sementara di depanku? Dia memilih menganggap seolah aku tak ada. Sempatkah aku menyampaikan salam perpisahan dengan baik? Atau bisakah kita berbaikan tanpa berpisah?
Todos os Direitos Reservados
#790
smp
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • The Story Of Aghea
  • You're Here, But Not For Me
  • Just Friend
  • Cerita Tentang Kita
  • Till I Meet You
  • serpihan hati
  • Tentang Kita (Selesai)

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo