Ku Peluk Mentari Lewat Senja

Ku Peluk Mentari Lewat Senja

  • WpView
    LECTURES 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadTerminé sam., juil. 7, 2018
WpInfo
Histoires vraies
#Dan disinilah kami sekarang, di depan ruangan tempat Netha dirawat. Di sana di ruang putih dengan ranjang besar di tengahnya terbaring seorang gadis, sudah seminggu dia terbaring koma. Aku menyesali diriku sendiri, "andai saja aku tak ceroboh membawanya waktu itu, andai saja aku tak egois mengajaknya bersamaku sore itu. Aku sungguh menyesal." isak ray di balik ruang ICU tempat netha dirawat #Aku beruntung memiliki kalian dalam hidup. Dan di antara semua hal yang mengantarku pada hembusan nafas terakhir, kalianlah yang paling memahami. Kini aku telah sampai dengan bahagia dalam pelukan-Nya. ***Ceritanya sudah lengkap. Bagi yang penasaran kisahnya yok dibaca. Ikuti kisahnya.
Tous Droits Réservés
#30
persabahatan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Alisa's Story
  • Destiny [COMPLETED]
  • destroyed °||on going||°
  • Airka: My Queen Bullying
  • RAIHAN
  • Pelangi [COMPLETED]
  • Air Mata Elara

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu