ALI (END)

ALI (END)

  • WpView
    Membaca 184,229
  • WpVote
    Vote 6,356
  • WpPart
    Bab 44
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 11, 2018
Ali seorang Pria yang bahagia memiliki kedua orang tua bernama Fandy dan Imel.Mereka berdua sangat menyayangi Ali dan Mereka berdua saling mencintai.Ali merasa hidup sangat bahagia memiliki keluarga Harmonis. Sampai Suatu Ketika Saat Fandy membawa Seorang Wanita Bernama Restu bersama Anaknya yang seusia Ali Yaitu Rafly.Papanya menolong mereka berdua karena mereka berdua habis di rampok. Ali dan Imel selalu bersikap Baik ke Restu dan Rafly.Suatu ketika Restu menfitnah Imel berselingkuh dan Ali yang tau Restu Yang menjebak Imel. Fandy tidak percaya dengan Ali dan Imel pun mengusir Ali dan Imel. Suatu Ketika Imel Sakit keras. Ali ingin meminta tolong Ke Fandy tapi Ternyata Fandy menikah Dengan Restu.Membuat Hati Ali hancur. Ali berusah mencari Kerja tapi Dia tolak.Membuat Ali berkerja menjadi Pria berondong yang menurutin Nafsu Tante tante yang ingin melakukan percintaan dengan Ali.Sampai suatu Ketika Ada seorang Tante Menjebak Ali menodai Seorang Gadis bernama Prilly.Anak Musuh tante itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#62
ali
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Stay (Away)
  • Keluarga Kecil
  • I Feel You Real
  • Little Princess [END]
  • Ku Ikhlaskan Dirimu
  • Suatu Hari Nanti
  • Inginku Memilikimu
  • Beautiful Disaster
  • Always Love [END]
  • PELABUHAN HATI

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan