Story cover for Ruang Hinggap by ruanghinggap
Ruang Hinggap
  • WpView
    Reads 988
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 988
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Jul 03, 2018
Alunan musik yang kumainkan mengiringi romansa malam. Bersamanya, duduk bersama, menyaksikan pesona bintang yang terlihat dekat dengan mata.

"Indah ya? Seandainya jika esok kita gak lagi bertemu... Mungkin salahsatu dari kita pergi ke suatu tempat di waktu selanjutnya." Tanyanya, sambil menampakkan ekspresi tubuh yang kedinginan diterpa angin malam.

Sambil mencoba mengambil sebuah nafas. Tubuhku bergerak tanpa kendaliku, kugenggam jemarinya dengan erat. "Ssst.. Gak masalah buatku, seandainya begitupun aku pasti menunggu saat dimana tiba masanya pulang."

"Iya..." Suara pelannya kini tenggelam oleh musik yang sedari tadi kuhadirkan.

Menerima genggaman tanganku, bersama menikmati cahaya ditepi kegelapan. Mengesampingkan percakapan yang terjadi sekian detik lalu, seolah tak pernah terjadi, Sherina..
All Rights Reserved
Sign up to add Ruang Hinggap to your library and receive updates
or
#58perdebatan
Content Guidelines
You may also like
Lembar Terakhir Surat Untuk Dika by AnggitaWindu
10 parts Complete
"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.
You may also like
Slide 1 of 9
Pieces of Light  cover
Starlight |Na Jaemin| cover
Endless Love [ON GOING] cover
Lonely Night [END] cover
I Hope... cover
Lembar Terakhir Surat Untuk Dika cover
BILIK PESANTREN-KU cover
Halaman Terakhir Untuk Gara [END] cover
Diary [COMPLETED] cover

Pieces of Light

8 parts Ongoing

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨