Aku Cinta Kau & Dia

Aku Cinta Kau & Dia

  • WpView
    Reads 1,098
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 4, 2018
Memilikimu adalah suatu ketidakmungkinan yang selalu aku mungkinkan. Mencintaimu sudah menjadi keseharianku, merindukanmu merupakan kebiasaanku, dan menunggumu bukan hal yang melelahkan bagiku. Hal-hal seperti itu sudah mendarah daging dalam diriku. Aku selalu berdiri tepat di sebelahmu, aku selalu menatap ke arahmu, tetapi sedikitpun kamu tidak pernah melihatku. Dan teruntuk kamu, pacarku yang selalu mencintaiku. Terimakasih telah memberiku cinta setulus itu, maafkan aku yang telah membagi cinta dan hati ini. Maafkan aku karena, aku mencintai kamu dan juga dia. Kamu dan dia yang selalu memberi warna dalam hidupku, mengubah hidupku menjadi jauh lebih indah. Aku, kamu, dan dia sudah dipersatukan Tuhan untuk menghadapi kenyataan yang seperti ini. Aku dituntut untuk bisa mencintai kamu, dan aku dituntut untuk selalu mencintai dia. Ya, kesimpulannya memang aku mencintai kamu dan dia.
All Rights Reserved
#249
wattpad2018
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Merayakan Kehilangan (Selesai)
  • Sebuah Rasa
  • Love In Silent(END)
  • Antara Kau dan Sahabatku [Completed]
  • Cinta Bertepuk Sebelah Tangan (COMPLETED {MASA REVISI})
  • ASRAR|
  • [END] Blind Rainbow
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Y & W [END]
  • AKSAFA (End)

Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu kau cemaskan aku lagi. Aku sudah ditemukan oleh seseorang. Yang seperti doamu dulu sebelum pergi meninggalkanku; yang akan benar-benar menyayangiku. Yang akan benar-benar mencintaiku. Kini aku telah ditemukannya, seseorang yang mencintai aku sebesar cintaku kepadamu dulu; atau bahkan lebih. Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu lagi khawatirkan kabarku. Salahmu telah kumaafkan, luka olehmu telah tersembuhkan. Tak perlu lagi merasa bersalah karena meninggalkan aku. Tak perlu lagi kau kasihani keadaanku. Hujan di kelopak mataku tak lagi memanggil namamu. Di dalam doaku namamu telah digantikan oleh nama yang baru. Aku sudah bahagia sekarang. Terima kasih telah memutuskan untuk pergi. Caramu menyakitiku kemarin, adalah cara Tuhan mempertemukan aku dengannya; Hari ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines