2 partes Continúa Di abad ke-21, Angga zayyan pratama, seorang mahasiswa kedokteran semester akhir, sedang mempersiapkan diri sebelum melaksanakan UKMPPD. Suatu malam, ketika angga sedang mempelajari berbagai penyakit dalam, bedah, dan spesialisasi lainnya, perlahan rasa kantuk mulai menyerangnya. Kepalanya semakin berat, tulisan di layar hologramnya mulai buram, sampai akhirnya Angga terlelap di atas mejanya.
Begitu membuka matanya, angga merasa kepalanya sedikit pusing, dengan keadaan setengah sadar tangannya meraba-raba meja mencari tablet atau bukunya. Tapi yang dia sentuh... dingin, halus, dan diukir. Angga mengerutkan kening, lalu matanya terbuka lebar.
Ini bukan kamarnya. Dia terbaring di atas dipan yang mewah, dikelilingi tirai sutra. Ruangannya luas, dindingnya kayu berukir rumit, diterangi lampu minyak.
"Demi...," gumamnya sambil buru-buru duduk. Hatinya berdebar kencang. 'tidak mungkin, ini hanya mimpikan !!?'
Lalu matanya menangkap sebuah cermin perunggu di sisi ruangan. Dengan langkah gontai, ia berjalan mendekat. Pantulan samar-samar mulai terlihat di permukaannya yang mengkilap.
Itu... bukan wajahnya. Garis rahang yang lebih tegas, rambut panjang yang disanggul, dan tatapan mata yang terlihat lebih tajam.
"DIMANA INI?! BUKANKAH SEHARUSNYA AKU SEDANG BELAJAR UNTUK PERSIAPAN UKMPPD?!"
Teriaknya menggema di ruangan itu, penuh rasa panik dan tak percaya. Segera ia meraih wajahnya, lalu mencubit pipinya. Sakit. Ini bukan mimpi.
Seketika itu, gelombang ingatan asing menyusup ke pikirannya seperti sebuah file yang dipaksakan masuk ke dalam otaknya. Nama-nama, wajah-wajah, peristiwa...
Dan dirinya... dia bukan Angga lagi. sekarang ia berada di tubuh raden Mas wijaya, pendiri kerajaan Majapahit!
Kini, angga terjebak di tubuh seorang pangeran beratus-ratus tahun lalu, sementara ujian paling penting di hidupnya sebagai calon dokter tinggal hitungan hari. Bagaimana caranya untuk kembali?!