Kain-Kain Perca dan Aku

Kain-Kain Perca dan Aku

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 5, 2018
Jika diibaratkan kain-kain perca. Tulisan ku sama acaknya seperti kain perca. Sama berwarna nya seperti kain perca. Tidak berguna katamu? Tunggu sampai kau disuruh oleh guru sekolah mu untuk membuat karya tangan dari kain yang-katamu-tidak-lagi-berguna. Aku bertaruh kau akan susah menemukan kain perca tersebut karena kau hanya mencari kualitas terbaik,sesuai keinginan mu dan tidak perlu repot-repot untuk memutar otak dua kali dalam penciptaan karyamu. Tapi tidak untuk orang-orang yang cerdas. Kain perca kualitas terburuk pun akan mampu diubahnya menjadi cantik. Sama halnya dengan tulisanku. Tulisanku hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang cerdas.
All Rights Reserved
#831
mood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Ito { Taegyu } ✔
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • Duality [Choi Beomgyu]✓
  • Winter Bear | Taegyu [END]✔
  • batas - txt [✔]
  • OUR PROMISE
  • Love In Virtual(On Going)
  • R U M I T
  • The Grey Of SAKARUNA

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines