Poor Outlook

Poor Outlook

  • WpView
    Reads 558
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 4, 2019
SLOW UPDATE. 'BYURRR "Hahahaha"seluruh murid di sekolah menertawakan aku. Beginilah setiap hariku disekolah, dihina, dicaci, dibully. Itu seakan sudah menjadi makanan sehari-hari. Kenapa tak melawan? Bagaimana mau melawan, aku disini hanyalah 'upik abu' sedangkan mereka bak permata. Aku saja sudah bersyukur bisa bersekolah disini, ya meskipun dengan bantuan beasiswa. Selama bersekolah disini aku tak pernah bahagia. Kecuali suatu hari, disaat hari pertama masuk sekolah aku mengenal seorang lelaki tampan. Dia baik, ramah, dan murah senyum. Dia Roy, Roy Putra Aditama. Most wanted sekaligus putra tunggal pemilik yayasan sekolah. Semuanya berubah semenjak semua orang sekolah mengetahui aku hanya siswa 'miskin' yang bersekolah dengan beasiswa. Termasuk sikap Roy terhadapku. Dia menjadi 'jahat' dia sering membullyku bahkan setiap hari. Cacian, makian, bahkan pembullyan berupa kekerasan fisik sering aku alami. Terkadang aku berpikir, apa salahnya aku bersekolah disini? Toh tujuan kita sama, yaitu mencari ilmu. Namun mengapa mereka menganggap seolah diriku ini sangat berbeda. Memang, harta bisa membuat seseorang buta. *** Ada pepatah mengatakan bahwa hidup ini adalah roda. Dimana yang sebelumnya berada diatas bisa berada dibawah dikemudian hari dan sebaliknya. Suratan takdir mempertemukan mereka kembali dengan keadaan berbeda. Mungkin Roy masih berada diatas Neta, namun demikian perasaan mereka yang berbanding terbalik. Akankah takdir baik akan berpihak pada mereka? Akankah mereka bisa bersatu? Simak kelanjutannya di Poor Outlook.
All Rights Reserved
#423
miskin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Flowers that never Bloom
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Different Page [Complete]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Diary Depresiku
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • GREENSTA [END]
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines