Remember When

Remember When

  • WpView
    Reads 679
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
untuk " Dia " , ketika aku ingat dia . Yang telah menjadi sosok yang ku anggab sebagai malaikat pelindung ku , menjaga setiap jengkal aku berjalan , menjaga setiap aku berpijak dimana pun itu . Menjelaskan setiap detail kehidupan , sehingga kejadian itu sulit untuk dihapus. Membuat sakit bila diingat . Saat itu , saat aku masi sangat kecil untuk tahu perasaan itu , perasaan yang aku saja tak tahu yang kian aneh saat aku bersamanya . Dan kini aku tahu semakin berjalannya waktu , saat aku kini tak lagi menyukai senja , saat aku membenci senja . Dan saat itulah aku tahu bahwa aku menyukai langit tanpa warna. " aku memohon pada langit biru , dengan setangkai bunga mawar . Aku berharap , aku lah seseorang yang sering kau ceritakan pada malam , tentang seseorang yang kau cintai sepanjang diam . Ingatlah aku sesempat mu saja " .
All Rights Reserved
#264
remember
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • SENJA JINGGA
  • Diary [COMPLETED]
  • Jingga (Tersedia Di Toko Buku)
  • Jingga dan Senja 2 [PROSES REVISI TANDA BACA]
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Coretan Kata Tanpa Rasa
  • Kapasitas Semesta
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines