CINTA KINARA

CINTA KINARA

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 24, 2018
Aku terbiasa untuk ditinggalkan Aku terbiasa untuk diabaikan Aku terbiasa untuk dilupakan Hingga aku terlalu terbiasa untuk menekan setiap rasa sakitku sendiri. Tanpa ada yang tau, bahwa sesungguhnya aku selalu takut melakukan apapun sendiri. Memulai setiap hal baru sendiri. Bahkan, saking takutnya terkadang aku tak mengenal siapa diriku sendiri. Aku, Kinara Putri Mahadewi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes Of Goodbye (END)
  • Fragment [END]
  • The Choice
  • ALSTARAN [END]
  • Dear You
  • My Hope
  • RadenRatih
  • Misunderstand
  • LOSE YOU (COMPLETED)

Sembuh bukan tentang menemukan cinta baru, bukan pula tentang melupakan jejak yang pernah tertinggal. Sembuh adalah seni merangkul luka tanpa membiarkannya menguasai, membiarkan kenangan tetap ada tanpa menjadikannya belenggu. Bukan proses yang bisa kupaksa atau percepat, melainkan perjalanan sunyi yang penuh riak-riak ingatan-tentang tawa yang dulu menghangatkan, tentang janji-janji yang kini hanya gema di lorong waktu. Aku tahu, kamu pernah menjadi rumah, tempatku pulang tanpa ragu. Namun, rumah itu kini hanya bayangan, berdinding sunyi dan berisi ruang-ruang kosong yang tak lagi menyambutku. Aku tidak ingin menghapus setiap memori, karena bagiku, kenangan adalah musim yang datang dan pergi-tak perlu diusir, hanya perlu diterima. Maka aku memilih berjalan, bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melangkah dengan luka yang sudah kujinakkan, dengan hati yang tidak lagi mencari, tapi mengerti bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. -Sharfina

More details
WpActionLinkContent Guidelines