Lunarian
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 31, 2018
"Lunarian Weapons" 8 senjata yang di temukan oleh para ilmuan. Tapi, penemuan senjata itu memicu peperangan selama hampir setengah abad antara manusia bumi dan pihak kekaisaran galaksi. Hingga akhirnya peperangan itu berhenti setelah pihak bumi mencapai kekalahan telak. Reinn Ainswarth, awalnya hanyalah pemuda biasa yang bekerja sebagai penjelajah luar angkasa. Tapi, hidupnya berubah ketika bertemu dengan gadis bernama Evelyn yang mengaku sebagai 'penyihir luar angkasa'. Gadis itu berkata kalau ia bisa membantu Reinn untuk membangkitkan salah satu Lunarian weapons yang di milikinya.
All Rights Reserved
#671
space
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Memory of Heaven
  • The Cost Of Revenge
  • SKYFALL ☆
  • Oxygen Paradox
  • PORTAL DUNIA LAIN (On Going)
  • Cerita yang tak terekam (Unrecorder Story)
  • My Perfect Doll
  • Sleeping With the Devil

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines