Aisyah-ali

Aisyah-ali

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 31, 2018
Rintihan aisyah merobek-robek angkasa malam, pekikannya bagai halilintar membelah langit malam. Cinta dan kerinduannya kepada ali sedemikian mendalam. Inilah kisah cinta seorang ali yang terus berjuang agar pantas menjadi imam terbaik bagi aisyah. Akankah takdir yang maha kuasa senantiasa berpihak dan menyatukan keduanya. Cinta, keimanan, kesabaran, marah, kecewa, iri, kepedihan, nafsu, melebur menjadi satu dalam diri ali. ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ Nah ini cerita pertama aku loh...
All Rights Reserved
#136
kepercayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Khayalku
  • Namamu Dalam Doaku
  • Dia Kahfa (Revisi)
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Cinta Ku Dalam Diam Di Pondok Pesantren✅
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Perjuangan Cinta Al Fatih (✓)
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines