CAMELIA

CAMELIA

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 5, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Hello,this is my first story.sorry jika ceritanya gak jelas,jika kalian telah membaca ceritaku ini aku minta tolong untuk comment supaya aku bisa menjadi penulis yang lebih baik lagi. Camelia carissa elvira,adalah nama kepanjangannya. gadis yang phobia dengan serangga bernama 'laba-laba' serta alergi terhadap debu. gadis pintar,cantik,cerdik namun terkadang licik. mempunyai kekuatan sihir besar yang dia tidak ketahui. Dia juga mempunyai teman-teman yang menerimanya apa adanya. Setelah Camelia tahu bahwa sebenernya dirinya juga mempunyai sihir, ia berniat untuk mencarinya tanpa bersama teman-temannya, atau lebih tepatnya mencari sendiri. tapi,bagaimanakah kisah selanjutnya Camelia?
All Rights Reserved
#965
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Star's
  • Manusia Dingin Itu Suamiku
  • DISTRIK 48 (SEASON 2) [ TAMAT ]
  • Syerli And The Wounds That Never End [HIATUS]
  • Freya And The Holy Blood [ TAMAT ]
  • EDELSTENEN [End]
  • Another Soul : Witch's Blood

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines