"Aku lebih memilih dianggap penjahat, daripada membiarkanmu merasa tidak beruntung bersamaku."
Haris memilih pergi dengan cara paling kejam demi menutupi sebuah rahasia medis yang menghancurkan harga dirinya. Ia merasa "cacat" di tengah tuntutan keluarga besarnya, tanpa tahu bahwa bagi Alissa, kebahagiaan bukanlah soal garis keturunan, melainkan tentang tidak ditinggalkan lagi.
Di antara dinginnya Jogja dan luka masa lalu, Alissa dipaksa memilih: membenci Haris selamanya, atau meruntuhkan tembok harga diri laki-laki itu untuk membuktikan bahwa cinta tidak butuh kesempurnaan fisik.
Sanggupkah Alissa bertahan saat rahasia itu perlahan membunuh mereka berdua?
All Rights Reserved