Pohon Janji Persahabatan

Pohon Janji Persahabatan

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 5, 2018
Sepuluh tahun lalu, kami bertiga telah saling berjanji untuk bertemu kembali di taman ini bersama mimpi-mimpi indah yang berhasil kami wujudkan. Waktu itu, kami baru saja lulus dari SMA dan mulai mencoba untuk mengejar mimpi masing-masing. Kini, rentang waktu sepuluh tahun itu telah berlalu dan aku belum juga mengetahui di mana keberadaan kedua sahabatku tersebut. Dulu, ketika masih menjadi murid SMA, kami telah berjanji untuk mengunjungi taman ini setiap hari Sabtu guna membicarakan mimpi yang akan kami raih. Saat itu, aku bercita-cita untuk menjadi penulis, sementara masing-masing sahabatku ingin melanjutkan sekolah kedokteran di luar negeri dan menjadi seorang guru. Sejak hari perjanjian di bawah pohon itu, kami memutuskan untuk tidak saling menghubungi dulu satu sama lain hingga janji itu telah tergenapkan. Ia yang telah berhasil meraih mimpinya harus datang ke taman ini dan menggoreskan namanya di pohon janji ini. Sekarang, aku kembali berdiri di taman kota ini untuk mengulang kembali semua kenangan indah yang telah terjadi di antara kami bertiga dulu. Dengan teliti, kuamati batang pohon tua ini. Nama kedua temanku belum tergores di kulit kayunya yang berwarna kecokelatan. Dengan takzim, kuukir nama "Liana" di batang pohon itu seraya berharap teman-temanku juga masih teringat dengan janji kami di bawah pohon janji ini sepuluh tahun yang lalu. Akhirnya, tercapai sudah impianku untuk menjadi seorang penulis. Dan, karena itulah aku kini berada di sini. ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Dear Future (new version)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖]
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Senja Yang Tak Kembali
  • IF YOU
  • Pelangi setelah Hujan (End)
  • Sekali Lagi (End)
  • Trigonometri Traveller [Completed]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines