The one that got away

The one that got away

  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 16, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Aku adalah seorang gadis usia 23 tahun. Seorang bidan muda yang bekerja di sebuah RS pemerintah. Kisah ini tentang cinta dan masa lalu ku. Yaa... Cinta yg tidak pernah ku utarakan sampai akhirnya dia pergi menjauh, sangat jauh hingga aku tidak bisa menggapainya lagi. Ketika ada seseorang yg selalu setia bersama mu, selalu ada untuk mu, tapi bukan lah dia orang yang di cintai. Iya... Mencoba mencintai orang yg tidak kita inginkan lebih sulit dari cinta dalam diam.
All Rights Reserved
#867
2018
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • 21 Days | Byun Baekhyun✔
  • Kimi Wa - Divné Other Side Part II (BxB)
  • Melt Her Heart (TAMAT)
  • SUGAR DADDY- PCY▽
  • Elamour [ALS #2] ✔️
  •  SEETHE - Never care who's her, just know that you loved me, Sir.
  • Oh, My Brother!
  • TITIK TAKDIR

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines