Sang Pengubah [Hiatus]

Sang Pengubah [Hiatus]

  • WpView
    Reads 1,161
  • WpVote
    Votes 152
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
Kebenaran yang terungkap membuat Klara terkesiap. Hingga trauma nya membuat kalut yang sangat menyulut. Hisyam, tak luput pada penjagaannya terhadap Klara. Tapi, semesta menunjukkan sebuah hal-hal menyakitkan pada akhirnya. Apakah itu? ---------------------------------------------------- "Terima kasih, lo udah tulus sama gue selama Ini, Syam. Jangan pernah tinggalin gue!" -Klara "Gue gak janji, tapi gue berusaha untuk selalu ada di samping lo, Ra." -Hisyam "Maafin gue udah ngecewain lo, Klar. Tolong kasih gue kesempatan!" -Azka + Bahasa non-baku√ + On going√
All Rights Reserved
#92
dirimu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan
  • Arsyilazka
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • Raka Is Mine [Proses Revisi]
  • Cewek Cuek [Completed]
  • DANKLAR
  • The Cool & Possesive Kakel
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔

Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐

More details
WpActionLinkContent Guidelines