FRIEND&LOVE

FRIEND&LOVE

  • WpView
    Reads 1,172
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 23, 2019
"Gue boleh kan, jadi temen lo?" "Setelah kejadian tadi?" tanya Vino. Fefe mengangguk, "kan kalo tadi Zahra gak suka sama gue kalo gue deket-deket sama lo, tapi kan kalo gue temenan sama lo beda" "Bedanya?" "Ya... Beda aja lah, setidaknya ada status setelah kita saling kenal" Vino roll eyes, "ngarep banget lo" Vino lalu berlalu pergi dari Fefe. "Ish, Vino! Masa gue ditolak sih jadi temen lo doang?" *** Status 'teman' bagaikan batas dari hubungan keduanya. Mereka saling mencintai tapi saling ragu akan perasaannya. Apakah rasa itu akan hilang karena terlalu lama terpendam, atau akan semakin dalam?. Adanya konflik karena masa lalu membuat keduanya berhenti di tempatnya masing-masing, enggan untuk melangkah saling mendekat lagi. Walaupun mereka sadar, bahwa hatinya terlalu berat untuk berpindah. ⚠️Jangan berhenti baca dari awal😊
All Rights Reserved
#564
vino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bucin (Completed✅)
  • First Love First Hurt (ON GOING)
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • ASTER
  • From Friends to Lovers [Hiatus]
  • Because Of You [PROSES REVISI]
  • VAVIN /VARO AND VINA
  • The Other Side [Telah Difilmkan & Diterbitkan]
  • My VinoKio (TAMAT)
  • Araisy [END]

"Noh minta maaf sama Zela bukan gue, mungkin dia masih sahabat lo" Kata-Kata Vini terdengar dingin di telinga gadis menyedihkan ini. "Vin..." Ucap Dinda lirih tak sanggup lagi untuk berkata-kata. Jujur Dinda tidak mengerti maksud Vini berkata seperti itu. "Kenapa? lo nanya gue? sorry gue ngak bisa maafin lo, lo bukan orang yang gue kenal lagi Din..." Vini menggantungkan ucapannya, sangat berat melanjutkannya, tapi inilah takdirnya "-gue ngak mau punya temen bucin kayak lo" Vini menekankan kata bucin disana, dan kali ini nada bicaranya naik satu oktaf, mungkin bukan satu oktaf lagi, tapi sudah ratus oktaf hingga nafas Vini terasa sesak mengatakannya. Air mata yang sedari tadi ditahannya, kini jatuh berderai di pipinya." Gue tau gue salah Vin, maafin gue" Perkataan maaf tak pernah habis dilontarkan oleh mulut Dinda. ~Ketika kekecewaan mencapai puncaknya, ia bisa menghancurkan pertahanan yang sudah lama di bangun dengan sepenuh jiwa~

More details
WpActionLinkContent Guidelines