Aku tidak pernah meminta untuk bertemu kamu. Tidak pernah berharap juga untuk jatuh. Tapi kamu datang. Dengan cara yang sederhana. Dengan suara yang biasa-biasa saja. Tapi entah kenapa... kamu membuat segalanya berbeda. Aku pernah mencoba menjauh. Berkali-kali. Tapi kenyataan pahitnya adalah-rasa tidak bisa disuruh pergi hanya karena ingin. Mereka bilang aku bodoh, mencintai seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar melihat ke arahku. Tapi mereka tak tahu rasanya, menunggu seseorang yang tidak tahu bahwa kamu menunggunya. Dan kalau kamu tanya apa aku menyesal? Tidak. Karena meskipun luka ini perih, ada satu hal yang tetap membuatku bertahan... Indahnya kamu pernah ada.
Detail lengkap