Dear, April

Dear, April

  • WpView
    Reads 758
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 23, 2018
WpInfo
Fanfic
Hanya cerita sederhana tentang dia yang kehilangan cinta dan bertemu kembali dengan perasaan yang berbeda. Tentang dia yang ingin berusaha membuat cintanya datang lagi dengan perasaan dulu. Tingkah dia yang terlalu receh, jayus dan tidak normal membuat cintanya dan kembarannya menaruh rasa pada hati yang sama. "Satu Arah, Hanya Ada Kamu." Satu pilihan akan menyakiti salah satunya. For APL, hatters? Musnahlah kau dari lapak ini! CopyRight©2018
All Rights Reserved
#111
apl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • My Doctor I Love You [END]
  • Hanya Padamu (Aliando Prilly Story) -END-
  • About Us and Love
  • Sahabat Jadi Cinta
  • Istri kedua
  • Malaikat Terindah
  • SCENARIO TUHAN
  • Ketika CINTA Itu Datang
  • Stay (Away)

Maaciw, udah mau mampir yah guys😊😊😊 ------------------------ "Kenapa ngehindarin gue?" ulang Ali dengan suara yang sama. Prilly menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, yang selalu ia lakukan ketika sedang gugup dan ketakutan. Prilly masih bergeming di tempatnya, dan menajamkan gigitannya, membuat darah segar keluar dari bawah bibirnya. Ali menghembukan nafasnya kasar, lalu menarik dagu Prilly lembut sampai mendongak menatapnya membuat gigitab di bawah bibirnya terlepas. Ia mejukan wajahnya hingga mendekat ke wajah Prilly, Prilly memejamkan matanya, tak mau melihat apa yang akan dilakukan Ali, terlalu takut mungkin?. Ali menyapukan lidahnya ke bawah bibir Prilly yang terdapat darah disana. Prilly mengumpat Ali dalam hati. "Darah lo manis banget, gue suka" bisik Ali tepat di telinga nya dengan seringainya, membuat Prilly bergidik ngeri, dalam hati. --------------------------------------- "L-lo ma-mau apa?" tanya Prilly panik saat melihat pisau di genggaman tangan Ali. "Gak tau, mutilasi lo mungkin?" ujar Ali yang kelewat santai, membuat Prilly bertambah panik. "L-lo gak serius kan?" tanya Prilly tergagap, ia sudah ancang-ancang untuk lari namun tangannya di cekal oleh Ali, seketika kaki Prilly lemas ia tak bisa menahan tubuhnya, ia merosot ke tanah. --------------------------------- Jangan lupa vomment!! Hargailah karya Author😉

More details
WpActionLinkContent Guidelines