We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Senja Terindah

Senja Terindah

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 8, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Disini... Aku berdiri menatap keindahan langit. Ya walau aku tau ini mungkin hanya sekejap. Tapi.... Ntahlah. Aku sangat suka melihat(nya). Saat dia muncul memberi warna yang indah bagi hidupku. Kala aku merasakan hidup terlalu perih untuk dijalani. Kala ku melihat Ia. Walau harus ada jarak. Dia lah yang membuatku bertahan untuk tetap bernafas. Membuatku tenang walau hanya melihat senyum dia. Meski dari jauh pun tak apa. Aku tak berharap ia akan datang. Tapi aku akan terus menjaga perasaan ini
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cinta Datang Terlambat [END]
  • Langit.
  • STERNENLICHT
  • You're Here, But Not For Me
  • HIJRAH MAHABBAH
  • Lentera Hatiku
  • CINTA DI PESANTREN SYAQEEL
  • WHY? [Completed]
  • MY LIFE IS MY CHOICE

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines