AFORISME

AFORISME

  • WpView
    Reads 5,981
  • WpVote
    Votes 1,334
  • WpPart
    Parts 135
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 25, 2023
WpInfo
Poetry
Highest Rating #245 - Poetry (27 Juli 2018) Kumpulan puisi yang bertautan dengan kehidupan manusia dan berbagai emosi yang membludak di dalamnya. Pembenci Senja Karya: Uchu Hyung Hadir antara tengah hari dan petang Cahaya merah jingga membutakan Senja pemahat nostalgia Namun selayang Singgah tanpa bukti Lari tanpa permisi Jangan menjelma! Sekiranya berhujung menyayat hati Senja bermain licik Memicu retakan hati Pupus saja, jangan rujuk! Itu lebih baik Cakrawala kian setia pada buana Hujan kian romantis pada butala Senja lupakan saja Tak berarti apa-apa Selamat tinggal, senja! Terima kasih, atas kabar anginnya Cianjur, 21 Juli 2018
All Rights Reserved
#214
caption
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • Lembut Seperti Doa
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Senja Rindu Pagi
  • TENTANG RASA
  • Seutas Gelabah
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • Segala Tentangmu ❝
  • Pagi
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Air Mata Cinta
  • About Secret Admirer #Wattys2017
  • Menanti dalam istiqomah
  • Hari-Hari Jatuh dan Patah
  • Diam

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! Β© 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines