SENJA ✔
  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 20, 2019
WpInfo
Fanfic
BTS
"langit itu biru, sebiru pangeran pribumi tatar sunda. Seperti persib yang birunya luas dan penuh makna. Itu aku, senja..." pekiknya mendehem. Entah kenapa aku terdiam. Jantungku juga tak karuan rasanya.. "Kamu seperti ultimatum. Yang jika tidak didapatkan, maka akan ada orang lain yang mendapatkan. Aku seperti jepang yang menyerah tanpa syarat pada kamu.. Kamu galak!! Galak seperti anjing buldog. Ohh iyaa... aku ingat. Alasan ke dua menganti warna rambut.." Jelasnya lagi. Aku hanya terkekeh mendengarnya. Sialan sekali, aku disamakan dengan anjing. Entah sejak kapan mendengarkan dia berbicara begitu asik.. Aku sampai lupa, bahwa aku sangat kesal tadi padanya. "Apa?" Tanyaku. Kali ini ku dekatkan wajahku pada telinganya. " ahh .. kau terlalu dekat. Nanti bisa membuat aku kecelakaan.." "Lohhh... kokk.. " pekik ku ketus. Dia tersenyum " aku bisa gagal jantung kalo kau terlalu dekat. Nanti kau akan mendengar detak jantungku.. aku malu. Hahaha" jelasnya. Kami pun tertawa... "Kau tau bi ty es yang huruf nya B lalu t dan terakhir s? Bangtan sonyeondan. " Aku mengangguk. " salah satu alasanku mewarnai rambut biru. Karena aku ingin mirip seperti taehyung!" Jelasnya
All Rights Reserved
#137
badboys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • My Friend Is My Strength
  • DIA BIRUTA
  • DANADYAKSA
  • Zenna Story
  • JAM 3 SORE
  • Males, ribet.
  • 𝐑yuna ━ Alter Ego
  • MEISYA

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines