Agatha Story

Agatha Story

  • WpView
    Reads 1,672
  • WpVote
    Votes 180
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 12, 2019
Gavin menutup telfonnya. Tak lama yang ditunggu-tunggu oleh Agatha akhirnya datang. "Lo lama banget dah." Ujar Agatha kesal. "Baru kenal udah nyusahin sih lo." Balas Gavin. "Yaudah kalo ngga ikhlas mah gausah." "Yakin nih?bener?" Jawab gavin sambil memegang dompetnya dan melirik Agatha Sinis. Agatha panik dengan ucapan Gavin, kalo bukan dia siapa lagi yang mau bayarin. Toh Agatha juga udah panggil Gavin ke Toko Buku. "Aelahh,cepet ah bayar." "Ckk takut kan lo." Jawab Gavin sinis. 🤙🤙🤙🤙🤙 Baca NOVEL AGATHA STORY ya guys :)) Note: Hargai Penulis:)) jadi.. Jangan lupa Vote dan Coment Ingat! dan Coment kalian menambah semangat Authornya untuk selalu menciptakan hal baru dalam cerita :"))
All Rights Reserved
#313
agatha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • East sky first love
  • Together With Her
  • Davidson || END
  • My Popular Husband [SUDAH TERBIT]
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]
  • My Prince
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • ARGATA (COMPLETED)

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines