Story cover for MENTARI by AdePuth
MENTARI
  • WpView
    GELESEN 2,519
  • WpVote
    Stimmen 552
  • WpPart
    Teile 38
  • WpView
    GELESEN 2,519
  • WpVote
    Stimmen 552
  • WpPart
    Teile 38
Laufend, Zuerst veröffentlicht Juli 09, 2018
Namaku Mentari.
Lahir di Bumi pada bulan April musim kemarau panjang.
Aku adalah seorang gadis yang lahir ke bumi dengan sebuah keajaiban. 
Keajaiban yang seperti apa?
Lebih tepatnya sebuah keajaiban yang berupa kelebihan yang tak semua orang bisa lakukan di dunia kecuali Aku. 
Banyak teman temanku menyangka aku gila. Tapi bagiku, merekalah yang gila karena tak bisa merasakan bahwa tak selamanya yang diam itu tak bersuara. Buktinya mereka bersuara, dan aku merasakannya.
Dan, aku adalah perindu paling setia. Adalah dia, seorang laki laki yang bisa membuat Mentari jatuh ditempat yang indah bernama, Cinta. Namun jika mengingatnya aku ingin segera lupa. 

So, Happy reading 

Salam hangat, Mentari.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie MENTARI zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#486hujan
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
BULAN (END) von iloveyoubyy
34 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
Eccedentesiast von _adm29
5 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Namanya, Mentari Khalila Hasan. Lebih akrab disapa, Riri. Senyumnya, secerah mentari dipagi hari. Namun, siapa sangka dibalik sebuah senyum cerahnya, tersimpan banyak kepalsuan. Seolah senyum yang ia tampilkan didepan semua orang hanyalah topeng, atau kamuflase untuknya bertahan hidup didunia yang keras ini. Mungkin Mentari adalah salah satu contoh dari berbagai macam orang didunia ini, yang bersembunyi dibalik topeng "smile" nya agar tidak terlihat menyedihkan. Terkadang orang yang paling banyak tertawa dan selalu mengumbar senyuman adalah mereka yang pintar menyembunyikan lukanya. Begitulah realitanya, banyak orang tersenyum tapi hatinya menangis. Bahkan ada orang yang baik didepan, tapi nyatanya menusuk diam-diam. Ada juga yang seolah membenci, padahal nyatanya menyukai. Pada dasarnya, apa yang kita lihat dan dengar itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Isi hati seseorang tidak ada yang tahu, selain dirinya sendiri dan Tuhan-nya. "Aku seperti siang yang tak pernah melihat malam. Seperti bulan yang selalu kesepian, dan seperti mentari yang selalu bersinar. Meskipun tiada yang tahu bahwa sinarku adalah palsu." - Mentari Khalila. 🌻🌻🌻 "Kemarin malam kamu jalan sama siapa ?" Gadis itu menatap lelaki didepannya penuh tanya. "Siapa yang bilang ?" Ucap lelaki itu lalu tersenyum miring. "Ada, kamu gak perlu tahu." Ujar gadis itu lalu menatap lurus kedepan. "Itu cuma sepupu, bukan siapa-siapa." Ucap lelaki itu. Gadis itu membisu ditempatnya. Lelaki itu menatap gadis yang tengah duduk disampingnya, "kamu kenapa?" Dengan segera gadis itu menggeleng, "aku gapapa." Ucapnya lalu tersenyum. "Kamu marah ?" Ucapnya sambil menatap gadis itu. Lagi-lagi gadis itu menggeleng lalu tersenyum, "aku percaya sama kamu." Lelaki itu pun balas tersenyum. 🌻🌻🌻 @TeenlitIndonesia FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE AND COMENT ?
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
BulBin (END) cover
Mentari [Completed] cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Hiperbola Hati (COMPLECTED)~  cover
DESPERATE (COMPLETED) ✔ cover
Because I'm Stupid (End) cover
BULAN (END) cover
Eccedentesiast cover
[ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun cover
Mentari Tanpa Sinar cover

BulBin (END)

48 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

CERITA UDAH END BUT PART MASIH LENGKAP! SO HAPPY READING❤ BulBin -> My Moon / Bintang Untuk Bulan "Kamu nggak laper?"ucap Bulan. Tunggu Bulan kenal suara ini lalu dia melihat dengan ekor matanya dan benar dia Bintang. "Nggak"ucap Bulan lalu kembali menatap novelnya. "Mau minum?"ucap Bintang. "Nggak"ucap Bulan. "Terus kamu maunya apa?"ucap Bintang. "Kamu diem"ucap Bulan. "Oke kalo itu mau kamu"ucap Bintang lalu diam tapi dia terus menatap Bulan membuat Bulan risih. "Stop"ucap Bulan. "Stop apa? Aku udah diem loh"ucap Bintang. "Jangan liatin aku"ucap Bulan. "Kamu cantik"ucap Bintang. Bulan mengabaikan perkataan Bintang membuat Bintang menghela nafas pelan. "Aku salah?"ucap Bintang. "Terserah kamu itu kan penilaian diri kamu terhadap aku"ucap Bulan tanpa menoleh. "Nggak sopan loh ngomong tapi nggak liat ke orangnya"ucap Bintang. "Maaf"ucap Bulan menoleh membuat matanya kembali bertemu dengan mata Bintang. "Aku suka kamu"ucap Bintang membuat Bulan kaget tapi wajahnya tetap tenang. "Makasih"ucap Bulan lalu mengalihkan pandangannya. maafkan kalo gaje ya!!! coba aja dulu siapa tau suka!! ditunggu saran dan kritikannya!! story by : tna_kys12 #27 teo/ 6 april 2020 #6 meteor/ 21 mei 2020 #9 meteor/ 23 mei 2020 #10 meteror/ 11 juni 2020