MENDUNG
  • WpView
    Reads 1,133
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 30, 2018
Nyatanya, tak ada hal yang benar-benar bisa kembali dalam hidup ini. Tak ada hasil apa-apa, selama beberapa tahun, menunggu makna ikhlas yang tak kunjung hadir--sia-sia. Kita akan kembali pada apa-apa yang menjadi rumah. Setiap orang akan sama. Setelah itu, yang paling kita rindukan, hanyalah; pangkuan ibu dan suara ayah." Kata Vey, pada suatu hari. Aku kira, kembalinya vey tepat di ujung logikaku, nyatanya logikaku tak berlogika. Tak ada yang kembali. Tak ada "mendung" yang katanya ikhlas, tak ada. Tak ada kata-kata yang hidup beranak cucu. Tak ada malam yang menyampaikan rindu, tak ada. "tapi aku minta, kamu jangan pergi" semua kalimat indah itu, tak ada-lagi.
All Rights Reserved
#105
mendung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amami
  • FRIEND'S
  • THE CLIMB [Completed]
  • Apakah Kita Bisa Bersama
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Askara Amerta (Completed)
  • Bentangan Payung Biru
  • A Memory to Remember
  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
Amami

Riksa hanya anak badung dan biang onar di sekolahnya. Dia bebas melakukan apapun yang dia mau. Memang siapa yang akan melarangnya? Orang tua? Tidak ada. Bahkan baginya, rumah sudah bukan lagi tempat Riksa untuk pulang. Orang tuanya berpisah dan bodohnya lagi papanya masih mengharapkan istrinya kembali. Sedangkan mamanya... entahlah, mungkin wanita itu kembali pada cinta pertamanya. Atau bahkan lebih baik ia tidak usah kembali. Karena terakhir kali bertemu, mamanya hampir membuat nyawa Ester melayang. Namun di dalam hati, Riksa masih menginginkan kehangatan dan cintanya kembali lagi seperti dulu. Diam-diam berdoa dalam dan meminta waktu untuk bisa ia putar kembali. Tapi Riksa sadar, hal itu tidak akan terjadi karena ia bukan Tuhan. Sekarang lelaki itu hanya berharap bahwa suatu saat ada seseorang yang akan datang membawa cintanya yang hilang, sesuatu yang dulu sempat Riksa buang, sesuatu yang pernah Riksa lupakan, sesuatu yang dulu sempat ia rasakan di tengah keluarganya yang saat ini telah hancur. Jika seseorang itu mampu memberikannya semua itu dan memberikan satu hal lebih lagi pada Riksa, ia berharap orang itu pun mampu memperbaiki dirinya yang kini telah rusak serta mengisi kekosongan hatinya. Tapi selama waktu itu akan datang, Riksa harus berbuat apa? Apakah seseorang itu memang akan datang padanya? Jika tidak, dia harus bagaimana? Apakah Riksa harus terus berdoa pada harapan semu hingga akhir masa hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines