PUISI  INGIN KU TULISKAN KISAH

PUISI INGIN KU TULISKAN KISAH

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jul 10, 2018
WpInfo
Poetry
INGIN KU TULIS KISAH KARYA IYANARNOVAREZA *Ingin ku tuliskan kisah Tentang rambut memutih Juga syair cinta yang bersuara parau Menanti cerita di ambang senja Ingin ku tuliskan kisah Saat bergulingan di pasir putih Memainkan kumbang-kumbang telanjang Mencari rumah kerang Ingin ku tulis kisah Saat bercengkrama dengan angin Kau balutkan dengan mantel hangat Lalu bersandar di bahumu yang kokoh Ingin ku tuliskan kisah Berlayar di perahu bergayung sampan Mata kita saling menatap Saat mentari pagi menjadi saksi Ingin kutuliskan kisah Tentang kepak sayap merpati Yang mengibaskan rindu melayang Di penantian setia* 5 JULI2018
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • You are in my past and my future [END]
  • Selaksa Rindu
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Hampa(TAMAT)✔
  • Cendala Kasmaran
  • • EUTANASIA •
  • KHALISA🖤
  • Quotest Bafering's

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

More details
WpActionLinkContent Guidelines